Dulu aku senang sekali melihat ibu hamil…. Seperti nya dia sangat bahagia dengan kehamilan nya, sampai-sampai aku pengen sekali hamil…. Kalau lihat Ibu hamil tuh keren, seksi, dsb-lah….
Sekarang, Alhamdulillah aku sudah diberi kepercayaan untuk memiliki putra/putri… Baru sekitar 7 minggu aku hamil, tapi MasyaAllah tidak seindah yang aku lihat pada ibu-ibu hamil itu…. Dari usia kehamilanku sekitar 4 minggu aku sudah merasakan ‘nikmatnya’ ngidam…. Segala makanan yang tidak enak dirasa, kadang dilidah enak sampai dalam perut tidak diterima keluar lagi makanan yang aku makan. Segala aroma yang membuat mual perut dan ingin memuntahkan semua isi perut. Segala minuman seakan tidak ada yang enak dilidah… Luar biasa,….
Banyak teman, saudara bahkan ibuku mengatakan akan tiba waktunya mulai bisa menikmati lagi enaknya makan dan minum, enaknya mencium aroma parfum dan wewangian lain setelah lewat 3 atau 4 bulan…. Aku membayangkan 3 atau 4 bulan kan masih lama sekali mengingat baru 3 minggu mengalami ‘ngidam’ aku sudah benar-benar tersiksa… Sekalipun semua mengatakan ‘nikmati dan dibawa enjoy saja, kalau dibawa kesel malah nanti tambah rewel’… Aku sudah berusaha untuk menikmati dan membawa enjoy, tapi tetap saja ketika perut sudah teriak minta diisi dan tenggorokan haus yang terbayang adalah rasa mual yang luar biasa dan ujung-ujungnya muntah… Kalau sudah begitu, rasa-rasanya aku pengen tidur saja dirumah tanpa melakukan aktifitas apa-apa sampai usia hamilku lewat 3 atau 4 bulan (tri semester pertama)….
Ketika sedang ‘menikmati’ masa-masa ini, aku membayangkan bagaimana ibuku dulu. Mungkin sama atau mungkin lebih parah dari yang aku alami, tapi itu memang sebuah proses. Memang tidak semua wanita mengalami ‘ngidam yang hebat’ tapi hampir semua wanita mengalami hal yang sama.
Mungkin hal itulah mengapa dalam hampir semua ajaran agama selalu mengajarkan untuk memuliakan seorang ibu. Mengandung seorang anak itu penuh perjuangan. Mulai dari tri semester pertama yang rata-rata akan mengalami ‘ngidam’ yang aneh-aneh dari tidak suka aroma bawang goreng sampai tidak suka apa-apa yang akhirnya harus ‘menginap di RS’ untuk dapat asupan mineral dan makanan dari jarum suntik….
Belum lagi bagi wanita karir yang biasa aktifitasnya ‘setumpuk’ harus mengurangi kegiatannya untuk menjaga agar janin tidak sampai keguguran. Itu adalah salah satu ‘pengurangan rasa nyaman’ bagi wanita.
Masuk trisemester kedua, dimana perut mulai membesar… Biasanya hormon (aku tidak tau pasti nama hormon apa) yang menimbulkan perubahan fisik pada seorang wanita hamil mulai muncul. Ada yang muncul jerawat penuh sewajah, ada yang timbul bintik-bintik hitam seperti ‘daki’ sampai badan yang sudah mulai membengkak….
Tri semester ketiga, masa ini memang rata-rata sudah nyaman untuk makan, minum dan mencium aroma apapun. Tapi di masa-masa ini mulai sulit saat tidur. Dari posisi tidur yang kurang nyaman karena ‘terganjal’ perut yang membesar sampai rasa ‘gerah/panas’, rambut yang mulai rontok dan kekhawatiran akan persalinan juga keadaan janin saat lahir….
Belum lagi saat mengasuh anak-anaknya. Dari mulai anak-anaknya menyusui, mengajarkannya berbicara, mengajarkannya berjalan dan sebagainya….
Aku baru merasakan kondisi sampai tri semester pertama saja, tapi benar-benar ‘membukakan mata hatiku dengan sangat lebar’ bahwa kenapa kita selalu ‘diserukan’ untuk memuliakan Ibu kita….
Aku melihat dalam film ‘Little Krisna’, dia adalah anak yang nakal (menurutku) tapi dia benar-benar sangat menghormati Ibu-nya dan Ibu-Ibu yang lain. Mungkin dalam agama yang lain pun begitu. Dalam Agamaku sendiri mengajarkan untuk memuliakan Ibu kita. Karena benar, Seorang Ibu adalah ‘Wanita yang Hebat‘. Dari mulai mengandung kita sampai mengasuh kita hingga dewasa penuh perjuangan. Kalaupun ada seorang Ibu yang menyerahkan hak asuhnya kepada orang lain, aku selalu yakin bahwa ada alasan tertentu yang itu pasti adalah untuk yang terbaik bagi anak-nya…
Apabila ada diantara kita yang ‘tidak merasakan hangatnya pelukan ibu dan nikmatnya kebersamaan bersama ibu saat kecil hingga dewasa’, janganlah kita mengesampingkan ibu kita. Bagaimanapun perjuangannya mengandung kita sudah sangat berat. Mencoba rasakan apa yang dirasakannya ketika dia ‘harus membawa kita’ kemanapun dia pergi tanpa bisa dititipkan kepada siapapun…
I Love U so much Mom,….
Agung Gumilar berkata
Selamat menjadi calon ibu…
Kesabaran, ketabahan dan keikhlasanmu
Membuat Tuhan membuatkan sebuah surga di kakimu…
I Love U to Mom….
Wanita Perkasa itu dipanggil Ibu… « Because a Life's Journey berkata
[...] wanita calon ibu menulis dalam blognya asmarawati.wordpress.com menuliskan pengalaman yang dirasakannya ketika awal-awal masa kehamilan. Dalam blognya, ternyata [...]
Jhons N Roses berkata
wew………. ebat ………………….
asmarawati berkata
Terima kasih,…