<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Asmarawati's Blog</title>
	<atom:link href="http://asmarawati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asmarawati.wordpress.com</link>
	<description>Situs Pribadie Wong Cerbon</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Mar 2011 09:05:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asmarawati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/33c8a90ba091ed0b767ef25d928578c7?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Asmarawati's Blog</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asmarawati.wordpress.com/osd.xml" title="Asmarawati&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asmarawati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>I Love You myChild</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2011/03/27/i-love-you-mychild/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2011/03/27/i-love-you-mychild/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 09:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak tau ini disebut perjuangan atau cobaan, aku rasa bisa disebut sebagai keduanya&#8230;&#8230;. Hamil, jauh dari suami, jauh dari orang tua, jauh dari sanak saudara&#8230;. Hanya ditemani saudara sepupu aku yang dari kecil memang kami selalu bersama&#8230;. Dia kerja di sebuah perusahaan swasta bertaraf internasional di Jakarta&#8230;. Hanya berdua dan kami memiliki kegiatan masing-masing&#8230;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=143&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tidak tau ini disebut perjuangan atau cobaan, aku rasa bisa disebut sebagai keduanya&#8230;&#8230;.</p>
<p>Hamil, jauh dari suami, jauh dari orang tua, jauh dari sanak saudara&#8230;. Hanya ditemani saudara sepupu aku yang dari kecil memang kami selalu bersama&#8230;. Dia kerja di sebuah perusahaan swasta bertaraf internasional di Jakarta&#8230;. Hanya berdua dan kami memiliki kegiatan masing-masing&#8230;.<span id="more-143"></span></p>
<p>Awal kehamilan atau masa ngidam ku tidak terlalu sulit, tidak sesulit beberapa teman atau saudara atau orang lain yang memang mengalami ngidam yang jauh lebih parah dari aku&#8230;</p>
<p>Aku masih terhitung normal, sekalipun saat itu ada beberapa makanan yang biasanya aku suka dadakan tidak menyukainya, tapi masih ada beberapa jenis makanan yang bisa aku konsumsi tanpa harus keluar lagi (muntah). Rasa mual yang aku rasakan juga masih normal, cuma pagi dan sore saja&#8230;</p>
<p>Intinya masa ngidam bisa aku lewati. Tapi lewat mas ngidam stamina ku drop, saat usia kandungan ku empat bulan &#8216;demam tifus&#8217; nyamperin. 1 minggu aku harus bed-rest&#8230;.</p>
<p>Lewat bulan ke lima dan ke enam, masuk bulan ke tujuh &#8216;demam tifus&#8217; nyampein lagi&#8230; Terpaksa aku harus bed-rest lagi, kali ini lebih lama. 2 minggu aku harus bed-rest karena itu&#8230;.</p>
<p>Berat badan ku turun cukup banyak&#8230;. Aku &#8216;dinasehatin&#8217; oleh banyak orang untuk jaga makanan, jangan makan seenak lidah sendiri saja. Padahal selama hamil, setiap aku mau mengkonsumsi makanan apapun selalu mempertimbangkan efek dan gizi buat calon bayi ku&#8230;. Tidak asal makan, aku juga tidak mengerti kenapa sampai bisa dua kali aku terserang &#8216;demam tifus&#8217; selama aku hamil&#8230; Aku mencoba mengingat apa yang salah dengan makanan yang aku konsumsi, aku coba bandingkan dengan makanan yang dikonsumsi oleh sepupuku dan teman-teman kantor ku. Bisa dibilang aku lebih &#8216;safety&#8217; dalam memilih makanan selama hamil. Jauh dari menu yang pedas, yang asam pun jarang aku konsumsi. Tapi entah mengapa aku lebih rentan sakit dan drop stamina ku.</p>
<p>Aku terus berfikir dan lebih menjaga makanan yang aku konsumsi. Tapi setelah aku ingat-ingat, mungkin yang menyebabkan aku rentan sakit karena memang &#8216;bawaan&#8217; janin dan belum terbiasa dengan makanan yang dijual &#8216;jadi&#8217; / matang. Selama di kota asalku, memang aku selalu makan menu masakan rumah. Tidak jarang aku bawa &#8216;bekal&#8217; makanan dari rumah, selain memang rasanya lebih enak jaminan kebersihan nya pun pasti&#8230;. Mungkin itu yang menyebabkan &#8216;demam tifus&#8217; senang hinggap pada tubuhku selama aku hamil&#8230;</p>
<p>Tidak usai sampai disitu aku harus berjuang untuk tetap menjaga kondisi calon bayiku. Usia kandungan ku masuk bulan ke delapan, aku merasa sakit &#8216;seperti kram&#8217; saat aku menstruasi, akhirnya aku harus kontrol ke bidan. Penjelasan bidan bahwa aku mengalami kontraksi, tapi untung masih bisa dipertahankan tidak sampai keluar flek. Saat diperiksa keadaan janinku, bidan mengatakan kalau berat badan janinku masih jauh dibawah normal. Aku harus bisa menaikkan berat badanku sebanyak 5 kg lagi dalam waktu 1 bulan. Sangat sulit, apalagi tinggal dikota besar seperti Jakarta ini, kalaupun porsi makan sudah aku tambah tapi sepertinya makanan yang aku makan habis untuk dikeluarkan lagi untuk kegiatan ku selama bekerja. Dari kegiatan kerja di kantor, lelah dijalan, mengerjakan pekerjaan rumah (karena kami ngontrak sebuah rumah, bukan kos/kamar). Jadi selama 3 minggu aku masih belum bisa menaikkan berat badan yang seharusnya sesuai petunjuk bidan.</p>
<p>Waktu ku semakin pendek, belakangan aku sering tidak bisa tidur saat malam hari&#8230; Sekalipun siang ahari aku bisa melakukan kegiatan seperti biasanya, becanda dengan teman-teman, dan sebagainya&#8230; Tapi saat malam hari, tidak jarang aku menangis sendiri memikirkan calon bayiku&#8230;. Kekhawatiran ku akan kelahiran nya nanti,&#8230; Bagaimana kalau sampai dia lahir dengan berat badan yang masih kurang? Bagaimana kalau sampai aku tidak bisa mengurusnya dengan kondisi seperti itu? Bagaimana kalau sampai aku tidak bisa mempertahankan dia? Pernah sekali aku utarakan kekhawatiranku kepada suami ku, jawban dia memang sangat menyejukkan sebenarnya &#8216;Jangan terlalu khawatir, kita usahakan semaksimal mungkin dan berdo&#8217;a. Hasil akhirnya, kita serahkan kepada Allah SWT.&#8217;</p>
<p>Memang benar apa yang dia katakan,  tapi jujur di hatiku yang paling dalam. Aku sangat tidak siap dengan kemungkinan terburuk yang sempat aku fikirkan&#8230;</p>
<p>Mungkin sebagian orang berfikir bahwa &#8216;mungkin aku memang makan makanan hanya disesuaikan dengan lidah ku saja&#8217;. Tapi mungkin ada beberapa orang yang lebih faham bahwa mungkin makanan yang aku makan masih belum bisa untuk disupply maksimum ke calon bayiku, karena memang kegiatanku juga lumayan banyak sehingga makanan yang aku makan hanya cukup untuk mengganti energi yang aku keluarkan.</p>
<p>Apapun yang orang fikirkan, tapi dari sejak aku mengetahui aku hamil sampai dengan hari ini. Aku sangat menyayangi calon bayiku&#8230;. Tidak bisa aku bayangkan kalau sampai aku harus kehilanganya,&#8230;.</p>
<p>Yang sering aku bayangkan, saat dia lahir sempurna&#8230;. Aku bisa membelai pipinya, membelai kepala kecilnya, bermain dengan jari mungilnya, menggelitik kaki mungilnya&#8230;. Lalu apakah aku harus membayangkan harus kehilangannya,&#8230; Rasanya tidak bisa,&#8230;.</p>
<p>Aku mencintai calon bayiku, ya Allah beri mukjizat mu agar bayiku bisa lahir dengan berat badan normal. Dan berilah kami kepercayaan untuk bisa merawat dan mendidiknya,&#8230; Amiin&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=143&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2011/03/27/i-love-you-mychild/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hebatnya Seorang Ibu&#8230;.</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/09/16/hebatnya-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/09/16/hebatnya-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 07:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Dulu aku senang sekali melihat ibu hamil&#8230;. Seperti nya dia sangat bahagia dengan kehamilan nya, sampai-sampai aku pengen sekali hamil&#8230;. Kalau lihat Ibu hamil tuh keren, seksi, dsb-lah&#8230;. Sekarang, Alhamdulillah aku sudah diberi kepercayaan untuk memiliki putra/putri&#8230; Baru sekitar 7 minggu aku hamil, tapi MasyaAllah tidak seindah yang aku lihat pada ibu-ibu hamil itu&#8230;. Dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=139&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dulu aku senang sekali melihat ibu hamil&#8230;. Seperti nya dia sangat bahagia dengan kehamilan nya, sampai-sampai aku pengen sekali hamil&#8230;. Kalau lihat Ibu hamil tuh keren, seksi, dsb-lah&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-139"></span>Sekarang, Alhamdulillah aku sudah diberi kepercayaan untuk memiliki putra/putri&#8230; Baru sekitar 7 minggu aku hamil, tapi MasyaAllah tidak seindah yang aku lihat pada ibu-ibu hamil itu&#8230;. Dari usia kehamilanku sekitar 4 minggu aku sudah merasakan &#8216;nikmatnya&#8217; ngidam&#8230;. Segala makanan yang tidak enak dirasa, kadang dilidah enak sampai dalam perut tidak diterima keluar lagi makanan yang aku makan. Segala aroma yang membuat mual perut dan ingin memuntahkan semua isi perut. Segala minuman seakan tidak ada yang enak dilidah&#8230; Luar biasa,&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak teman, saudara bahkan ibuku mengatakan akan tiba waktunya mulai bisa menikmati lagi enaknya makan dan minum, enaknya mencium aroma parfum dan wewangian lain setelah lewat 3 atau 4 bulan&#8230;. Aku membayangkan 3 atau 4 bulan kan masih lama sekali mengingat baru 3 minggu mengalami &#8216;ngidam&#8217; aku sudah benar-benar tersiksa&#8230; Sekalipun semua mengatakan &#8216;nikmati dan dibawa enjoy saja, kalau dibawa kesel malah nanti tambah rewel&#8217;&#8230; Aku sudah berusaha untuk menikmati dan membawa enjoy, tapi tetap saja ketika perut sudah teriak minta diisi dan tenggorokan haus yang terbayang adalah rasa mual yang luar biasa dan ujung-ujungnya muntah&#8230; Kalau sudah begitu, rasa-rasanya aku pengen tidur saja dirumah tanpa melakukan aktifitas apa-apa sampai usia hamilku lewat 3 atau 4 bulan (tri semester pertama)&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika sedang &#8216;menikmati&#8217; masa-masa ini, aku membayangkan bagaimana ibuku dulu. Mungkin sama atau mungkin lebih parah dari yang aku alami, tapi itu memang sebuah proses. Memang tidak semua wanita mengalami &#8216;ngidam yang hebat&#8217; tapi hampir semua wanita mengalami hal yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin hal itulah mengapa dalam hampir semua ajaran agama selalu  mengajarkan untuk memuliakan seorang ibu. Mengandung seorang anak itu penuh perjuangan. Mulai dari tri semester pertama yang rata-rata akan mengalami &#8216;ngidam&#8217; yang aneh-aneh dari tidak suka aroma bawang goreng sampai tidak suka apa-apa yang akhirnya harus &#8216;menginap di RS&#8217; untuk dapat asupan mineral dan makanan dari jarum suntik&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Belum lagi bagi wanita karir yang biasa aktifitasnya &#8216;setumpuk&#8217; harus mengurangi kegiatannya untuk menjaga agar janin tidak sampai keguguran. Itu adalah salah satu &#8216;pengurangan rasa nyaman&#8217; bagi wanita.</p>
<p style="text-align:justify;">Masuk trisemester kedua, dimana perut mulai membesar&#8230; Biasanya hormon (aku tidak tau pasti nama hormon apa) yang menimbulkan perubahan fisik pada seorang wanita hamil mulai muncul. Ada yang muncul jerawat penuh sewajah, ada yang timbul bintik-bintik hitam seperti &#8216;daki&#8217; sampai badan yang sudah mulai membengkak&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tri semester ketiga, masa ini memang rata-rata sudah nyaman untuk makan, minum dan mencium aroma apapun. Tapi di masa-masa ini mulai sulit saat tidur. Dari posisi tidur yang kurang nyaman karena &#8216;terganjal&#8217; perut yang membesar sampai rasa &#8216;gerah/panas&#8217;, rambut yang mulai rontok dan kekhawatiran akan persalinan juga keadaan janin saat lahir&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Belum lagi saat mengasuh anak-anaknya. Dari mulai anak-anaknya menyusui, mengajarkannya berbicara, mengajarkannya berjalan dan sebagainya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku baru merasakan kondisi sampai tri semester pertama saja, tapi benar-benar &#8216;membukakan mata hatiku dengan sangat lebar&#8217; bahwa kenapa kita selalu &#8216;diserukan&#8217; untuk memuliakan Ibu kita&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku melihat dalam film &#8216;Little Krisna&#8217;, dia adalah anak yang nakal (menurutku) tapi dia benar-benar sangat menghormati Ibu-nya dan Ibu-Ibu yang lain. Mungkin dalam agama yang lain pun begitu. Dalam Agamaku sendiri mengajarkan untuk memuliakan Ibu kita. Karena benar, Seorang Ibu adalah &#8216;<em><strong>Wanita yang Hebat</strong></em>&#8216;. Dari mulai mengandung kita sampai mengasuh kita hingga dewasa penuh perjuangan. Kalaupun ada seorang Ibu yang menyerahkan hak asuhnya kepada orang lain, aku selalu yakin bahwa ada alasan tertentu yang itu pasti adalah untuk yang terbaik bagi anak-nya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila ada diantara kita yang &#8216;tidak merasakan hangatnya pelukan ibu dan nikmatnya kebersamaan bersama ibu saat kecil hingga dewasa&#8217;, janganlah kita mengesampingkan ibu kita. Bagaimanapun perjuangannya mengandung kita sudah sangat berat. Mencoba rasakan apa yang dirasakannya ketika dia &#8216;harus membawa kita&#8217; kemanapun dia pergi tanpa bisa dititipkan kepada siapapun&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">I Love U so much Mom,&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=139&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/09/16/hebatnya-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan untuk Kekencangan Otot</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/29/makanan-untuk-kekencangan-otot/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/29/makanan-untuk-kekencangan-otot/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 07:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Kacang kedelai bisa membangun jaringan otot jadi lebih kuat. GramediaShop : Khasiat Tidur Untuk Menurunkan Berat Badan GramediaShop : Sang Saksi &#8211; The Witness Rabu, 10/3/2010 &#124; 09:27 WIB KOMPAS.com — Makanan yang mengandung zat besi amat penting untuk menopang kerja otot dan tulang Anda. Jika asupan makanan yang mengandung zat besi kurang, otot-otot tubuh akan menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=135&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div id="boxtitle"><a href="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/06/makanan-untuk-kekencangan-otot.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-136" title="Makanan untuk kekencangan otot" src="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/06/makanan-untuk-kekencangan-otot.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a></div>
<div>Kacang kedelai bisa membangun jaringan otot jadi lebih kuat.</div>
</div>
<div id="boxterkait">
<ul id="vidlist">
<li>GramediaShop : <a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792244649">Khasiat Tidur Untuk Menurunkan Berat Badan</a></li>
<li>GramediaShop : <a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9796058413">Sang Saksi &#8211; The Witness</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<div>Rabu, 10/3/2010 | 09:27 WIB</div>
<div id="article_body">
<p><strong>KOMPAS.com </strong>— Makanan yang mengandung zat besi amat penting untuk menopang kerja otot dan tulang Anda. Jika asupan makanan yang mengandung zat besi kurang, otot-otot tubuh akan menjadi lemas dan terlihat lembek, belum lagi adanya ancaman keropos atau patah tulang.</p>
<p><span id="more-135"></span>Perlu diketahui, asupan zat besi yang dibutuhkan perempuan dewasa adalah 18 mg per hari. Agar memastikan otot tubuh Anda mendapatkan asupan yang dibutuhkan, penuhilah kebutuhannya lewat pilihan makanan yang tepat. Inilah makananan itu.</p>
<p><strong>1. Kerang</strong></p>
<p>Kerang adalah sumber zat besi paling tinggi. Kerang sebanyak 3 ons mengandung 23,8 mg zat besi. Wow, jadi masukkan menu kerang rebus dalam daftar makanan Anda hari ini.</p>
<p><strong>2. Gandum sereal</strong></p>
<p>Sereal yang siap makan (disajikan dingin) memiliki kandungan zat besi yang bervariasi, mulai dari 1,8 hingga 21,1 mg. Disajikan matang (dimasak) justru akan mengurangi jumlahnya, yakni hanya 4,9-8,1 mg saja.</p>
<p><strong>3. Tiram</strong></p>
<p>Tiram sebanyak 3 ons mengandung 10,2 mg zat besi dan 116 kalori. Tiram juga mengandung vitamin B12.</p>
<p><strong>4. Hati</strong></p>
<p>Dalam setiap 3 ons hati sapi terkandung 5,2 hingga 9,9 mg zat besi.</p>
<p><strong>5. Kacang kedelai</strong></p>
<p>Setengah cangkir kacang kedelai mengandung 4,4 mg zat besi. Jadi, jangan lupa masukkan tahu dan tempe dalam daftar makanan Anda hari ini.</p>
<p><strong>6. Biji labu</strong></p>
<p>Biji labu yang sudah dipanggang mengandung 4,2 mg zat besi.</p>
<p><strong>7. Kacang tanah</strong></p>
<p>Mengandung 3,9 mg zat besi dalam ukuran setengah cangkir.</p>
<p><strong>8. Bayam</strong></p>
<p>Bayam yang dimasak mengandung zat besi sebesar 3,2 mg dalam satu mangkuk kecil.<br />
<strong>C2-10</strong></p>
<p><strong>Editor: NF</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=135&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/29/makanan-untuk-kekencangan-otot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/06/makanan-untuk-kekencangan-otot.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Makanan untuk kekencangan otot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bikin Air Putih Lebih Nikmat</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/29/bikin-air-putih-lebih-nikmat/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/29/bikin-air-putih-lebih-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 06:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Bikin Air Putih Lebih Nikmat Shutter Stock Tambahkan saja perasan buah-buahan ke dalam air tersebut. GramediaShop : Pangeran Katak Dan Ciuman Mesra GramediaShop : Frankenstein Jumat, 19/2/2010 &#124; 19:24 WIB KOMPAS.com &#8211; Bagi banyak orang, minum air putih 8 gelas sehari (bahkan lebih) sudah jadi kebiasaan. Bagi orang yang lain, minum air putih bisa begitu menyiksa. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=127&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Bikin Air Putih Lebih Nikmat</div>
<div><a href="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/06/air-putih-lebih-nimat2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-133" title="Air Putih Lebih Nimat" src="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/06/air-putih-lebih-nimat2.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a></div>
<div>
<div>
<div id="loadarea"><img src="bikin.air.putih.lebih.nikmat_files/1924424p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto"><a href="#">Shutter Stock</a></div>
<div id="boxtitle">Tambahkan saja perasan buah-buahan ke dalam air tersebut.</div>
</div>
<div id="boxterkait">
<ul id="vidlist">
<li>GramediaShop : <a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792237801">Pangeran Katak Dan Ciuman Mesra</a></li>
<li>GramediaShop : <a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792250961">Frankenstein</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<div>Jumat, 19/2/2010 | 19:24 WIB</div>
<div id="article_body">
<p><strong>KOMPAS.com</strong> &#8211; Bagi banyak orang, minum air putih 8 gelas sehari (bahkan lebih) sudah jadi kebiasaan. Bagi orang yang lain, minum air putih bisa begitu menyiksa. Ada yang merasa mual ketika langsung meminum segelas air putih, ada pula yang memang lebih suka minum teh atau minuman berwarna lainnya.</p>
<p><span id="more-127"></span>Untuk Anda yang ingin bertekad membiasakan minum air putih, ada cara untuk membuat air putih menjadi lebih &#8220;nyes&#8221; saat diminum. Berikut beberapa cara yang bisa Anda pakai:</p>
<p><strong>1. Atur panas-dinginnya</strong><br />
Memang ada orang yang lebih suka air putih hangat, namun air dingin memang masih jadi selera terbanyak. Anda tak harus membeli air mineral kemasan yang hanya didistribusikan di hotel-hotel untuk mendapatkan air yang rasanya lebih nikmat. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa air yang disimpan dalam kendi lebih terasa segar daripada air yang disimpan di kulkas. Jika tak ada kendi, simpan saja pitcher air putih ke dalam lemari es.</p>
<p><strong>2. Saring airnya</strong><br />
Ada beberapa produk penyimpan air yang dilengkapi sistem penyaringan. Sistem ini akan mengurangi endapan, parasit, rasa klorin, dan aroma kurang sedap dari air keran.</p>
<p><strong>3. Murnikan airnya</strong><br />
Bila ada uang lebih, Anda bisa membeli <em>pitcher</em> dengan <em>water-purifer</em>. Sistem pemurnian airnya ini adakan menyaring air keran biasa (yang sudah dimasak) menjadi air minum murni yang jernih dan bersih.</p>
<p><strong>4. Tambahkan flavor</strong><br />
Air putih biasa mungkin akan membosankan. Tetapi bila membeli produk air mineral dengan cita rasa jeruk atau strawberry, kadang-kadang rasanya justru seperti sirup. Yang enak adalah menambahkan perasan buah segar ke dalam air putih, seperti perasan sitrun, jeruk nipis, timun, atau ceri.</p>
<p><strong>5. Tambahkan es batu beraroma</strong><br />
Sebagai <em>finishing</em>, cemplungkan beberapa es batu di sana. Es batu di sini bukan es batu biasa. Anda bisa membekukan air perasan jeruk ke dalam cetakan es, lalu menyimpannya di <em>freezer</em>. Setelah jadi es, masukkan ke dalam gelas air putih Anda. Segar!<br />
<strong>DIN</strong></p>
<p><strong>Editor: din</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=127&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/29/bikin-air-putih-lebih-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/06/air-putih-lebih-nimat2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Air Putih Lebih Nimat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="bikin.air.putih.lebih.nikmat_files/1924424p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>aku mencintaimu suamiku</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/22/aku-mencintaimu-suamiku/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/22/aku-mencintaimu-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 09:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya. Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua. (semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru) *** Cinta itu butuh kesabaran… Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita??? Hari itu.. aku dengannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=124&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.<br />
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.<br />
(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)</p>
<p>***<br />
Cinta itu butuh kesabaran…<br />
<span id="more-124"></span>Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???<br />
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..<br />
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..<br />
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..<br />
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.<br />
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &amp; mapan pula.<br />
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.<br />
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….<br />
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.<br />
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.</p>
<p>***<br />
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.<br />
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.<br />
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…<br />
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.<br />
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu &amp; adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…<br />
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…<br />
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.</p>
<p>Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang &amp; malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur&#8217;an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.<br />
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.<br />
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.<br />
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, &#8220;Assalammu&#8217;alaikum&#8221; dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.<br />
Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata &#8220;Assalammu&#8217;alaikum&#8221;, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.<br />
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …<br />
&#8220;Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri&#8221;.<br />
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.<br />
Aku sibuk membersihkan &amp; mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.<br />
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, &#8220;lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. &#8220;<br />
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.<br />
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.</p>
<p>***<br />
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.<br />
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.<br />
Aku bertanya, &#8220;Ada apa kamu memanggilku?&#8221;</p>
<p>Ia berkata, &#8220;Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang&#8221;<br />
Aku menjawab, &#8220;Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?&#8221;<br />
&#8221; Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku&#8221;, jawabnya tegas.<br />
&#8220;Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?&#8221;, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.<br />
&#8220;Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti&#8221;, jawabnya tegas.<br />
&#8220;Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?&#8221;, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.<br />
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &amp; cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.<br />
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.<br />
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.<br />
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.<br />
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.<br />
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.<br />
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.<br />
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.<br />
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.</p>
<p>***</p>
<p>Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.</p>
<p>Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.</p>
<p>Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..</p>
<p>Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.<br />
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, &#8220;kapankah ia segera pulang?&#8221; aku tak tahu..Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..<br />
Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.<br />
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…<br />
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.</p>
<p>Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.<br />
Ia menulis, &#8220;aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi&#8221;.<br />
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.<br />
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.<br />
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.<br />
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..<br />
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..<br />
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.<br />
Biasa nya kami selalu berjama&#8217;ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka&#8217;at.</p>
<p>***<br />
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.<br />
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?<br />
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, &#8220;Loe pikir aja sendiri!!!&#8221;. Telpon pun langsung terputus.<br />
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.<br />
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..<br />
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.</p>
<p>Aku hanya berdo&#8217;a semoga suamiku sadar akan prilakunya.</p>
<p>Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.<br />
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya &amp; menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.<br />
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.<br />
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.</p>
<p>&#8220;Ya, ada apa Yah!&#8221; sahutku dengan memanggil nama kesayangannya &#8220;Ayah&#8221;.<br />
&#8220;Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.&#8221; Jawabnya tegas.<br />
&#8220;Ada apa? Mengapa?&#8221;, sahutku penuh dengan keheranan.<br />
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.</p>
<p>Dia mengatakan &#8220;Kau ikut saja jangan banyak tanya!!&#8221;<br />
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.<br />
Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.<br />
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..</p>
<p>***</p>
<p>Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu &amp; adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..<br />
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.<br />
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.<br />
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.<br />
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.<br />
&#8220;Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha&#8221;. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.<br />
&#8220;Ada apa ya Nek?&#8221; sahutku dengan penuh tanya..<br />
Nenek pun menjawab, &#8220;Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!&#8221;.<br />
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?<br />
&#8220;Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.&#8221; Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.<br />
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.<br />
&#8220;Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya&#8221;, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.<br />
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.</p>
<p>Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, &#8220;kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?&#8221;</p>
<p>MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..<br />
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau<br />
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.<br />
&#8220;Fish, jawab!.&#8221; Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.<br />
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.<br />
Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.<br />
`&#8217;Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..&#8221;</p>
<p>Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.</p>
<p>Aku lalu bertanya kepada suamiku, &#8220;Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?&#8221;<br />
Suamiku menjawab, &#8220;Dia Desi!&#8221;<br />
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, &#8220;Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.&#8221;<br />
Ayah mertuaku menjawab, &#8220;Pernikahannya 2 minggu lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok&#8221;, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.<br />
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..<br />
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?</p>
<p>Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, &#8220;sudah tidak cantikkah aku ini?&#8221;<br />
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.<br />
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.<br />
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, &#8220;terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.&#8221;</p>
<p>Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.<br />
Dalam hatiku bertanya, &#8220;mengapa ia sangat cuek?&#8221; dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, &#8220;sudah malam, kita istirahat yuk!&#8221;<br />
&#8220;Aku sholat isya dulu baru aku tidur&#8221;, jawabku tenang.<br />
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.<br />
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.<br />
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku</p>
<p>save di mydocument yang bertitle &#8220;Aku Mencintaimu Suamiku.&#8221;</p>
<p>Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.<br />
&#8220;Apakah kamu sudah siap?&#8221;<br />
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :<br />
&#8220;Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do&#8217;a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..&#8221;, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.<br />
Tiba-tiba suamiku menjawab &#8220;Lalu apa Bunda?&#8221;<br />
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…<br />
&#8220;Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?&#8221;, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.<br />
Dia mengangguk dan berkata, &#8220;Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?&#8221;, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.<br />
Dia tersenyum sambil berkata, &#8220;Kita lihat saja nanti ya!&#8221;. Dia memelukku dan berkata, &#8220;bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama&#8221;..<br />
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, &#8220;Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.&#8221; Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, &#8220;Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah&#8221;.</p>
<p>Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.<br />
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, &#8220;bunda baik-baik saja kan?&#8221; tanyanya dengan penuh khawatir.<br />
Aku pun menjawab, &#8220;bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang&#8221;. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.</p>
<p>Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, &#8220;Ayah jangan!!&#8221;, tapi aku ingat akan kondisiku.<br />
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.<br />
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.<br />
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?<br />
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.<br />
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.<br />
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.<br />
&#8220;Kamu datang ke sini, aku pun tahu&#8221;, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, &#8220;maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku&#8221;<br />
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..</p>
<p>Suamiku berbisik, &#8220;Bunda kok kurus?&#8221;<br />
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.<br />
Aku pun berkata, &#8220;Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.&#8221; Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.</p>
<p>Lalu suamiku berkata, &#8220;Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat &#8220;seperti itu&#8221; dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (&#8220;seperti itu&#8221;). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..&#8221;<br />
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.<br />
Aku hanya menjawab, &#8220;Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..&#8221;<br />
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.</p>
<p>Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.</p>
<p>Keesokan harinya…<br />
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.<br />
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..<br />
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..<br />
Aku merasakan tanganku basah..<br />
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.</p>
<p>Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, &#8220;Bunda, Ayah minta maaf…&#8221;</p>
<p>Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?</p>
<p>Aku berkata dengan suara yang lirih, &#8220;Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..&#8221;<br />
&#8220;Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.&#8221;<br />
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.<br />
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.<br />
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..<br />
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..</p>
<p>Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.<br />
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.</p>
<p>Untuk Ibu mertuaku : &#8220;Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo&#8217;a agar Mama merestui hubungan kami.</p>
<p>Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?</p>
<p>Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?</p>
<p>Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..&#8221;</p>
<p>Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.</p>
<p>==========================<br />
===========================</p>
<p>Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?<br />
Aku dihina oleh mereka ayah..<br />
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?<br />
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..<br />
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?<br />
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..<br />
Aku diusir dari rumah sakit.<br />
Aku tak boleh merawat suamiku.<br />
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.<br />
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.<br />
Aku sangat marah..<br />
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya..<br />
Aku tak mau sakit hati lagi..<br />
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..<br />
Engkau Maha Adil..<br />
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..<br />
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..<br />
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..<br />
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..<br />
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..</p>
<p>Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..<br />
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.<br />
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..<br />
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?<br />
Ayah.. aku masih tak rela..<br />
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.<br />
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.<br />
&#8221;Ayah.. aku kangen Ayah..&#8221;<br />
================================================== ===<br />
&#8221;Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..<br />
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.<br />
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.&#8221;<br />
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..<br />
Bunda akan selalu hidup dihati ayah..<br />
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..<br />
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.<br />
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..<br />
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..<br />
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..<br />
Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..<br />
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..<br />
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..<br />
&#8221;Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.<br />
Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..<br />
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?<br />
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?<br />
Tunggulah Ayah disana Bunda..<br />
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..<br />
&#8221;Ayah Sayang Bunda….&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=124&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/06/22/aku-mencintaimu-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Retail Berkembang Pesat</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/05/18/agar-retail-berkembang-pesat/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/05/18/agar-retail-berkembang-pesat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 10:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 14/2/2010 &#124; 15:13 WIB KOMPAS.com &#8211; Mungkin keinginan Anda membangun mal baru sebatas impian. Usaha yang Anda miliki saja baru berupa butik kecil. Namun poin-poin yang diungkapkan Handaka Sentosa, CEO Senayan City, di bawah ini akan memberikan Anda petunjuk dan arah dalam memegang kendali bisnis terutama di bidang retail atau penjualan barang-barang. Apa saja? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=117&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/05/retail.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-118" title="Retail" src="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/05/retail.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<div>
<div>
<div id="loadarea"><img src="/Info/agar.retail.berkembang.pesat_files/1345249p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto">
<div>Minggu, 14/2/2010 | 15:13 WIB</div>
<div id="article_body">
<p><strong>KOMPAS.com</strong> &#8211; Mungkin keinginan Anda membangun mal baru sebatas impian. Usaha yang Anda miliki saja baru berupa butik kecil. <span id="more-117"></span>Namun poin-poin yang diungkapkan Handaka Sentosa, CEO Senayan City, di bawah ini akan memberikan Anda petunjuk dan arah dalam memegang kendali bisnis terutama di bidang retail atau penjualan barang-barang. Apa saja?</p>
<p><strong>1. Ide fresh, bukan sekadar ikut tren</strong><br />
Pintar-pintarlah  mengikuti situasi pasar, dan jeli melihat yang diinginkan oleh pasar  lokal. &#8221;Ciptakan sesuatu yang baru dan <em>fresh</em>. Contohnya,  dengan membuat suasana belanja yang berbeda,&#8221; ungkap Handaka, yang  mempelopori adanya <em>midnight sale</em> di Indonesia.</p>
<p>Melirik cara peritel luar negeri? Boleh saja. Namun jika tidak sesuai dengan keinginan pasar di dalam negeri, lama-kelamaan pasti akan hancur. Sebab orang mencari sesuatu yang sedang tren di dalam negeri, yang belum tentu diadopsi dari luar negeri.</p>
<p><strong>2. Terapkan inovasi sesuai  kondisi</strong><br />
Niat ingin membuat sesuatu yang baru merupakan salah satu tanda kemajuan. Tetapi lihat juga apakah konsep Anda bakal berhasil. Mengadakan pertunjukan peragaan busana di pasar tradisional? Tentunya merupakan sesuatu yang baru, tetapi tidak tepat sasaran.</p>
<p>&#8221;Saya  pernah mencoba untuk memberikan kupon undian mobil (jenis <em>pick up</em>)  untuk sebuah pasar terkelola di Jakarta,tapi ternyata inovasi ini  salah,&#8221; ujarnya mencontohkan.</p>
<p><strong>3. Perhitungkan  ketersediaan sarana penunjang</strong><br />
Ingin menggelar <em>midnight  shopping</em> untuk butik Anda? Perhatikan ketersediaan angkutan seperti  taksi. Kalau <em>customer </em>sudah berbelanja banyak namun tidak ada kendaran, apa yang harus mereka lakukan? Selain itu, apakah kondisi toilet yang disediakan sangat kotor sehingga membuat mereka enggan menggunakannya?</p>
<p><strong>4. Pelayanan ramah layaknya menjamu tamu</strong><br />
Pernah berbelanja di suatu tempat, dan merasa Anda digiring untuk pulang karena sudah waktunya toko tutup? Apa jadinya perasaan Anda saat lampu-lampu mulai dimatikan secara bertahap? Apakah pelayanan jadi kurang ramah untuk mengisyaratkan toko sudah tutup? Hal seperti ini pasti membuat Anda tidak tenang, dan merasa diburu.</p>
<p>Sesekali Anda  juga bisa memberikan <em>rewards</em> seperti minuman dan makanan  ringan. Adakan juga program undian, misalnya saat menjelang Lebaran atau  hari Natal.</p>
<p><strong>5. Pilih merek ternama (sudah dikenal)</strong><br />
Memasukkan  <em>brand-brand</em> ternama untuk koleksi butik Anda memang baik. Namun jangan melupakan riset produk. Belum tentu brand ternama di luar negeri akan disukai dan bertahan di dalam negeri.</p>
<p>&#8221;<em>Brand t</em>ernama  tapi tidak favorit? <em>It&#8217;s a big no</em>! <em>Brand</em> tidak  dikenal dan harganya mahal? Ini lebih parah lagi,&#8221; tegas Handaka.</p>
<p>Ada  baiknya juga Anda melihat pangsa pasar. Mereka yang pernah lama tinggal  di luar negeri biasanya tahu <em>brand-brand </em>apa yang mungkin akan  sukses di dalam negeri.</p>
<p><strong>6. Maintenance</strong><br />
Minta pekerja untuk memberikan pelayanan yang ramah, jujur, dan penuh senyuman. Jangan memburu pelanggan atau membuat mereka merasa diikuti atau diawasi. Patuhi jam operasional, namun tetap fleksibel jika ada pelanggan yang masih ingin berbelanja.</p>
<p><strong>7. Desain interior</strong><br />
Pandangan mata merupakan hal yang menentukan. Desain yang apik dan menarik akan mengundang pengunjung untuk masuk. Jangan lupakan juga faktor kebersihan dan kenyamanan.</p>
<div>Desain  interior ruangan juga menjadi poin pertimbangan kostumer.</div>
<div id="boxterkait">
<ul id="vidlist">
<li> GramediaShop :  <a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792236293">Teropong  Cahaya</a></li>
<li> GramediaShop :  <a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792756128"> Friends  4ever?</a></li>
</ul>
</div>
<p><strong>C2-10</strong></p>
<p><strong>Editor: din</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=117&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/05/18/agar-retail-berkembang-pesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/05/retail.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Retail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Info/agar.retail.berkembang.pesat_files/1345249p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis ISP Kelas Rumahan</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/bisnis-isp-kelas-rumahan/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/bisnis-isp-kelas-rumahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 10:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 13/3/2010 &#124; 10:15 WIB KOMPAS.com &#8211; Semakin banyak orang yang enggan berpisah dari internet, barang sehari pun. Tak sedikit orang dan perusahaan yang makin bergantung pada internet, dari sekadar untuk menyapa teman lama sampai melancarkan urusan bisnis nan serius. Tak heran, kini warung internet (warnet) selalu penuh pengunjung. Kian banyak pula orang yang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=113&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/bisnis-isp-kelas-rumahan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-114" title="Bisnis ISP Kelas Rumahan" src="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/bisnis-isp-kelas-rumahan.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a>Sabtu, 13/3/2010 | 10:15 WIB</div>
<div id="article_body">
<p><strong>KOMPAS.com</strong> &#8211; Semakin banyak orang yang enggan  berpisah dari internet, barang sehari pun. Tak sedikit orang dan  perusahaan yang makin bergantung pada internet, dari sekadar untuk  menyapa teman lama sampai melancarkan urusan bisnis nan serius.</p>
<p><span id="more-113"></span>Tak   heran, kini warung internet (warnet) selalu penuh pengunjung. Kian  banyak pula orang yang lebih suka mengakses internet di rumah dengan  cara berlangganan layanan akses internet sendiri. Selain tak perlu  keluar rumah, mereka lebih bebas menentukan waktu ngenet.</p>
<p>Sekarang   banyak tawaran berlangganan internet di rumah. Selain menjadi pelanggan  layanan <em>internet service provider</em> (ISP) kelas kakap, termasuk  melalui operator telepon seluler, kita bisa juga berlangganan layanan  dari ISP-ISP kecil.</p>
<p>Sebenarnya nyaris tak ada beda antara ISP  kelas rumahan ini dan ISP kelas kakap. Asal tahu saja, kebanyakan  pebisnis ISP kelas rumahan ini sebenarnya mendapatkan akses internet  dari ISP besar juga. “Intinya, kami berbagi jaringan ke pelanggan,” ujar  Mulyadi Bakir, penyedia ISP kelas rumahan.</p>
<p>Praktik bisnis ini  memang mirip dengan bisnis warnet. Perbedaannya, pelanggan tidak perlu  bertandang ke warnet bila ingin berselancar ke dunia maya. Penyedia  layanan ISP akan menyediakan jaringan internet ke rumah pelanggan.</p>
<p>Ternyata,   bisnis ini cukup mendapat sambutan yang positif. Selain karena kualitas  internet lebih stabil ketimbang akses internet dari operator ponsel,  akses internet melalui ISP umumnya juga lebih cepat ketimbang di warnet.  Itu sebabnya, banyak orang lebih suka menggantungkan layanan dari ISP  kelas rumahan ini.</p>
<p><strong>Mandiri</strong><br />
Tengok saja,  pengalaman usaha Mulyadi yang menggeluti usaha internet rumahan ini  sejak empat tahun lalu. Menamai usahanya dengan nama Warnet Rumahan,  Mulyadi mengawali usaha dengan membuka warnet. Seiring dengan banyaknya  permintaan pelanggan untuk pemasangan instalasi internet ke rumah,  Mulyadi bertekad membangun jaringan. “Modal awalnya hanya Rp 40 juta  untuk membuat menara dan jaringan,” cetus dia.</p>
<p>Berbeda dengan  bisnis warnet yang digelutinya, usaha ISP yang dilakoninya lebih mudah.  Dia, misalnya, tak perlu menyediakan komputer, pemilik rumah yang jadi  pelanggan pasti punya komputer sendiri. Mulyadi hanya perlu membagi <em>bandwidth</em> atau kapasitas jaringan internet yang dibelinya dari ISP kelas kakap.</p>
<p>Cara   Mulyadi menggulirkan bisnis ini kurang lebih seperti berikut. Dia  berlangganan internet dari ISP perusahaan telekomunikasi dengan  kapasitas<em> bandwidth</em> sebesar 1,7 megabyte berbiaya berlangganan  Rp 1,1 juta per bulan.</p>
<p>Dari jatah <em>bandwidth</em> yang dia  peroleh, Mulyadi bisa melebarkan jaringan internet ke sekitarnya melalui  teknologi tanpa kabel. Para pelanggan kudu membayar jaringan yang  dipakainya Rp 250.000 per bulan.</p>
<p>Sayang, tawaran ini kurang  menarik di mata pelanggan. Kata Mulyadi, banyak pelanggan lebih suka  memanfaatkan jaringan internet yang dia sediakan dengan sistem  perhitungan per jam. “Biayanya cuma Rp 3.500 per jam,” katanya.</p>
<p>Nah,   dengan pola perhitungan per jam inilah Mulyadi justru memperoleh  penghasilan lumayan, yakni Rp 400.000 per hari. Dalam sebulan Mulyadi  bisa membukukan omzet Rp 12 juta. Setelah dikurangi biaya operasional  serta gaji pegawai, keuntungan bersih yang dia dapat sekitar Rp 4 juta.</p>
<p>Rupanya,   ada sebab pelanggannya lebih suka hitungan per jam seperti di warnet.  “Pelanggan bisa memaksimalkan penggunaan internet di rumah saat  membutuhkan tanpa perlu ongkos besar,” terang dia. Mulyadi juga  diuntungkan dalam pembagian kecepatan dan kestabilan layanan internet  karena pelanggan umumnya tak memakai dalam waktu bersamaan.</p>
<p>Selain   usaha ini, Mulyadi juga bisa memperoleh penghasilan lain dari melayani  pemasangan dan instalasi jaringan internet di seluruh DKI Jakarta.  Khusus untuk layanan internet berlangganan di rumah, jangkauan pasar dia  baru seputar rumahnya di Cikokol, Tangerang.</p>
<p>Kalau tertarik  ingin menjalankan bisnis serupa, sebelum membuka usaha sebaiknya Anda  terlebih dulu mengurus izin mendirikan usaha serta izin menjadi  distributor ISP dari Departemen Komunikasi dan Informatika serta  membangun menara. “Ini enggak gampang, tapi bisa dilakukan,” ujar  Mulyadi berbagi tip.</p>
<p>Sumber: Kontan Online Weekend<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Editor:   din</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=113&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/bisnis-isp-kelas-rumahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/bisnis-isp-kelas-rumahan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Bisnis ISP Kelas Rumahan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trik Mengasah dan Mempertajam Intuisi Bisnis</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/trik-mengasah-dan-mempertajam-intuisi-bisnis/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/trik-mengasah-dan-mempertajam-intuisi-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 10:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 10/1/2010 &#124; 15:02 WIB KOMPAS.com &#8211; Keinginan sudah sangat menggebu untuk membuka peluang usaha baru, namun Anda masih ragu untuk segera memulainya. Atau, niat berbisnis masih jalan di tempat, lantaran Anda masih bingung bagaimana menangkap peluang dan menarik sebanyak mungkin pelanggan atas barang atau jasa yang Anda tawarkan. Suryono Ekotama, direktur Smartpreneur Business Club, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=110&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/asah-instuisi-bisnis.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-111" title="Asah Instuisi Bisnis" src="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/asah-instuisi-bisnis.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a>Minggu, 10/1/2010 | 15:02 WIB</div>
<div id="article_body">
<p><strong>KOMPAS.com</strong> &#8211; Keinginan sudah sangat menggebu  untuk membuka peluang usaha baru, namun Anda masih ragu untuk segera  memulainya. Atau, niat berbisnis masih jalan di tempat, lantaran Anda  masih bingung bagaimana menangkap peluang dan menarik sebanyak mungkin  pelanggan atas barang atau jasa yang Anda tawarkan.</p>
<p><span id="more-110"></span>Suryono  Ekotama, direktur Smartpreneur Business Club, dalam bukunya <em>Berbisnis   dengan Otak Kanan</em>, menjelaskan, banyak cara untuk memulai bisnis.  Cara yang Anda pilih bukan sekadar untuk memulai, tetapi juga untuk  menajamkan intuisi dalam berbisnis, sehingga Anda dapat mengembangkan  usaha menjadi lebih besar lagi.</p>
<p>Dengan beragam pilihan sarana  yang ada, Anda bisa mengasah bakat wirausaha dengan cara berikut:</p>
<p><strong>1.   Membaca buku-buku bisnis</strong><br />
Buku bisnis praktis yang ada  sekarang ini ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan dilengkapi  dengan bonus CD jika Anda ingin mendengar versi audionya. Bidang usaha  yang ditawarkan pun banyak macamnya. Pilihlah buku dengan bidang yang  sesuai pilihan Anda, lalu pelajari tip-tip praktis yang disediakan.</p>
<p><strong>2.   Mengikuti diskusi, talk show, atau seminar bisnis</strong><br />
Mulailah  mencari jadwal diskusi, <em>talk show</em>, atau seminar bisnis, dimana  saja. Dari berbagai tema seminar yang diadakan, Anda bisa mengikuti  perkembangan tren bisnis saat ini. Seminar semacam ini biasanya juga  dihadiri para pemula di bidang bisnis. Anda bisa mengetahui apa saja  problem yang mereka hadapi saat terjadi tanya-jawab.</p>
<p>Banyak hal  lain yang menguntungkan bisa Anda peroleh dari mengikuti seminar, di  antaranya:<br />
* Mendapat ilmu seputar bisnis.<br />
* Menambah pengalaman,  setidaknya dari pengalaman narasumber, bagaimana menjalankan bisnisnya.<br />
*  Mendapatkan ide dan inspirasi yang bisa memompa semangat.<br />
* Menambah  banyak kenalan, sehingga membuka peluang untuk menjadi partner bisnis.<br />
*  Mengenalkan usaha Anda, dengan berbagi kartu nama dan presentasi  singkat tentang karakter bisnis Anda.<br />
* Konsultasi gratis dengan  berbagai pihak yang lebih berpengalaman dalam berbisnis.</p>
<p><strong>3.   Mencari mentor</strong><br />
Keteladanan menjadi kebutuhan yang juga  penting. Dengan adanya <em>role model</em> Anda bisa menemukan semangat,  ilmu, serta pengalamannya bertahan. Cara mendapatkan mentor adalah  dengan membuka pergaulan seluas-luasnya. Di antaranya dengan mengikuti  berbagai kesempatan diskusi,<em> talk show</em>, atau seminar.</p>
<p>Menjalin   hubungan baik juga penting. Dengan kedekatan tersebut Anda bisa dengan  mudah untuk meminta waktu berbincang seputar dunia usaha. Karena  biasanya, pebisnis sukses sangat terbatas waktunya. Suatu keberhasilan  jika Anda bisa berbagi ilmu, dan membuka peluang hubungan bisnis baru (<em>business   to business</em>).</p>
<p><strong>4. Terjun langsung</strong><br />
Setelah   belajar, mempersenjatai diri dengan pengetahuan bisnis, kini saatnya  memulai. Modal nekad memang bisa menjadi pemicu. Tentu saja sertai  perhitungan yang matang berdasarkan ilmu yang telah Anda serap  sebelumnya, ditambah modal usaha, persiapan, dan relasi yang cukup luas.  Berhasil membuka usaha dan terus belajar adalah perjalanan sepanjang  hidup untuk menyempurnakan bisnis.</p>
<p><strong>5.  Mengikuti training atau pelatihan bisnis</strong><br />
Tidak berbeda jauh  dengan kegiatan sebelumnya seperti seminar, pelatihan juga punya  kontribusi besar untuk kemajuan bisnis Anda. Melalui pelatihan, Anda  bisa mendapatkan ilmu bisnis praktis dengan waktu lebih banyak. Memang,  Anda harus membayar cukup mahal untuk mendapatkan ilmu tersebut. Namun,  anggaplah biaya training sebagai investasi awal untuk memancing lebih  banyak lagi materi dari bisnis yang akan Anda kembangkan nantinya.</p>
<p><strong>C1-10</strong></p>
<p><strong>Editor:   din</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=110&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/trik-mengasah-dan-mempertajam-intuisi-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/asah-instuisi-bisnis.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Asah Instuisi Bisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Sukses Berbisnis Online</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/tips-sukses-berbisnis-online/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/tips-sukses-berbisnis-online/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 10:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 27/1/2010 &#124; 11:18 WIB KOMPAS.com &#8211; Belakangan ini, toko online makin marak. Selain lebih murah karena tak butuh banyak biaya, juga lebih mudah untuk dikunjungi pelanggan. Di bawah ini adalah beberapa langkah mudah untuk menjalankan usaha lewat internet. 1. Awali dengan hobi. Jenis usaha yang berasal dari hobi pasti terasa lebih mudah dilakukan. Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=106&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/bisnis-online.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-107" title="Bisnis Online" src="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/bisnis-online.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a>Rabu, 27/1/2010 | 11:18 WIB</div>
<p><strong>KOMPAS.com &#8211; </strong>Belakangan ini, toko <em>online </em>makin   marak. Selain lebih murah karena tak butuh banyak biaya, juga lebih  mudah untuk dikunjungi pelanggan. Di bawah ini adalah beberapa langkah  mudah untuk menjalankan usaha lewat internet.</p>
<p><strong><span id="more-106"></span>1. Awali  dengan hobi.</strong> Jenis usaha yang berasal dari hobi pasti terasa  lebih mudah dilakukan. Anda pun tak akan merasa terbebani saat  melakukannya. Selain itu, setidaknya Anda sudah memiliki pengetahuan  mendasar tentang bisnis itu. Anda pun tak perlu membuang waktu untuk  mempelajarinya. Paling-paling Anda hanya perlu mendalami, mengembangkan,  atau mengenal tren terbaru dalam kaitannya dengan hobi itu.</p>
<p><strong>2.   Perdalam pengetahuan</strong>. Karena Anda akan menjalani usaha <em>online</em>,  ada baiknya untuk menambah pengetahuan dalam menjalankan fungsi-fungsi  internet. Ketahuilah penyedia-penyedia situs bebas biaya, sehingga Anda  tak perlu mengeluarkan biaya untuk memiliki situs internet.</p>
<p><strong>3.   Kunjungi komunitas dunia maya.</strong> Ada banyak sekali komunitas  dunia maya yang tersebar, seperti perkumpulan pencinta kain, penghobi  makanan, dan lain-lainnya. Carilah yang sekiranya cocok dengan jenis  usaha Anda. Setelah itu, lakukan promosi. Tak perlu malu-malu, Anda  harus mau untuk memasarkan produk. Semakin banyak yang mengenal usaha  Anda, semakin pula kemungkinan mendapatkan pembeli. Jalinlah komunikasi  yang baik dengan orang-orang yang Anda temui di dunia maya tersebut  sehingga tercipta kepercayaan. Ada satu hal yang mesti diingat saat  berpromosi, ikutilah aturan-aturan yang berlaku dalam komunitas  tersebut. Sekali melanggar, Anda bisa kena penalti.</p>
<p><strong>4.  Perbarui situs secara berkala.</strong> Sangat penting untuk memperbarui  (<em>update</em>) situs. Bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali.  Jangan sampai sebulan sekali. Terlalu lama, maka calon pembeli bisa jadi  tak tertarik untuk kembali mengunjungi situs Anda. Pasalnya, pengunjung  harus terus mendapatkan tawaran dan informasi terbaru dari toko Anda. <em>Update </em>tak harus dalam bentuk besar-besaran. Hanya dengan menambahkan  satu jenis barang baru saja sudah cukup. Setiap perubahan dalam hal  detail kontak, harga, pembayaran, dan pengantaran barang mesti  diinformasikan dalam situs.</p>
<p><strong>5. Miliki cukup produk dan  cicil foto barang.</strong> Tidak apa-apa bila memulai usaha dengan  jumlah barang yang tidak terlalu banyak, namun pastikan bahwa jumlahnya  cukup, setidaknya untuk 6 kali <em>update</em>. Sebaiknya Anda tidak  menampilkan semua produk sekaligus. Disimpan agar Anda bisa terus meng-<em>update</em>.  Cicillah foto barang-barang itu sedikit demi sedikit. Di waktu  senggang, carilah produk atau kreasi baru.</p>
<p><strong>6. Kreatiflah  dengan foto.</strong> Karena calon pembeli tidak bisa melihat langsung  barang yang Anda tawarkan, siasati hal ini dengan menampilkan foto-foto  produk. Calon pembeli tidak akan terpuaskan keingintahuannya atau ia  malah jadi tidak tertarik karena menganggap barangnya biasa-biasa saja.  Fotolah produk dari berbagai sudut dan jarak. Sediakan versi umum dan  mendetailnya supaya calon pembeli bisa mengetahui dengan pasti rupa  barangnya. Hiasan yang menarik akan menambah nilai jual barang tersebut.</p>
<p><strong>7. Miliki nilai plus. </strong>Anda boleh saja menjual  pakaian sama seperti perempuan lain, tapi tentu usaha Anda jadi tak ada  istimewanya, kan? Kalau Anda menjual pakaian khusus berukuran besar  dengan motif-motif unik yang bisa membuat pemakai terlihat superlangsing  dan mengantarnya ke rumah pembeli, baru bisa dikatakan usaha Anda  berbeda dari kebanyakan. Temukanlah keunikan dalam setiap jenis usaha  yang Anda jalankan. Pelayanan yang memuaskan juga bisa dijadikan nilai  plus.</p>
<p>(Tassia Sipahutar/Majalah Sekar)</p>
<p><strong>Editor:   NF</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=106&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/tips-sukses-berbisnis-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/bisnis-online.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Bisnis Online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Buah dan Sayur Lebih Awet</title>
		<link>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/agar-buah-dan-sayur-lebih-awet/</link>
		<comments>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/agar-buah-dan-sayur-lebih-awet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 09:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asmarawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asmarawati.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS.com &#8211; Riset yang dilakukan Waste &#38; Resources Action Programme (WRAP) menyatakan, 3,4 juta ton makanan terbuang sia-sia setiap tahunnya di Inggris. Sebanyak 25 persen di antaranya rusak dan melewati masa kedaluarsa. Menurut Michael Johnson, profesor di Dale Bumpers College of Agricultural, Food, and Life Sciences, beberapa jenis buah dan sayur memang lebih cepat membusuk. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=96&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/semangka1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-98" title="semangka" src="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/semangka1.jpg?w=120&#038;h=93" alt="" width="120" height="93" /></a></p>
<div id="article_body" style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img src="/DOCUME%7E1/RATUAS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /><img src="/DOCUME%7E1/RATUAS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /><img src="/DOCUME%7E1/RATUAS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /><strong>KOMPAS.com</strong> &#8211; Riset yang dilakukan Waste &amp;  Resources Action Programme (WRAP) menyatakan, 3,4 juta ton makanan  terbuang sia-sia setiap tahunnya di Inggris. Sebanyak 25 persen di  antaranya rusak dan melewati masa kedaluarsa. <span id="more-96"></span>Menurut Michael Johnson,  profesor di Dale Bumpers College of Agricultural, Food, and Life  Sciences, beberapa jenis buah dan sayur memang lebih cepat membusuk.  Berikut kiat dari Marita Cantwell, PhD, pakar pascapanen dari University  of California.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Semangka<br />
Sebaiknya</strong>: Letakkan  di atas meja selama kurang lebih seminggu. Tindakan ini dapat  melipatgandakan kadar likopen dan beta-karoten dalam semangka. Sehari  sebelum dikonsumsi, simpan semangka dalam lemari pendingin. Suhu yang  disarankan untuk menyimpan semangka lebih lama di dalam kulkas atau  tempat gelap adalah 15 derajat Celcius.</p>
<p><strong>Hindari</strong>:  Menyimpan semangka di dekat jenis buah lain. Semangka sangat rentan  rusak oleh etilen, gas alami dari buah yang dapat mempercepat proses  pembusukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Anggur<br />
Sebaiknya</strong>: Pilih dan  singkirkan anggur yang tampak bonyok atau rusak. Bungkus sisa anggur  dengan kertas tisu, agar kelembapannya terserap, sehingga mencegah  pertumbuhan jamur.</p>
<p><strong>Hindari</strong>: Mencuci anggur  saat mau disimpan. Cucilah tepat ketika akan dikonsumsi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tomat<br />
Sebaiknya</strong>: Bila warnanya memerah tanda segera matang, taruh di  wadah yang kedap udara, lalu simpan di lemari pendingin. Suhu udara  yang dingin akan memperlambat perkembangan warna, rasa, dan nutrisinya.</p>
<p><strong>Hindari</strong>: Meletakkan tomat yang sudah matang di  dekat sayuran lain, sebab bisa mengeluarkan gas etilen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sayuran   hijau<br />
Sebaiknya</strong>: Pastikan sayur benar-benar kering ketika  hendak disimpan. Bungkus dengan kertas tisu, masukkan dalam tas plastik,  simpan di tempat bersuhu kering.</p>
<p><strong>Hindari</strong>:  Menaruhnya berdekatan dengan buah atau sayur yang mengeluarkan etilen.</p>
<p><strong>Editor:   din</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asmarawati.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asmarawati.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asmarawati.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asmarawati.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asmarawati.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asmarawati.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asmarawati.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asmarawati.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asmarawati.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asmarawati.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asmarawati.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asmarawati.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asmarawati.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asmarawati.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asmarawati.wordpress.com&amp;blog=5215633&amp;post=96&amp;subd=asmarawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asmarawati.wordpress.com/2010/03/19/agar-buah-dan-sayur-lebih-awet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b70e910e3f3ef75e9e35b0035a771b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asmara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asmarawati.files.wordpress.com/2010/03/semangka1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">semangka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/RATUAS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME%7E1/RATUAS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME%7E1/RATUAS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
